Pages

Selasa, 03 September 2013

Bejana Waktu


Mengapa harus mempersalahkan waktu?

Mengapa ada kaliamat andalan "Biar waktu yang jadi jawaban atas pertanyaan tak terjawab" atau "akan indah pada waktunya"

Mengapa pula kamu bisa mengeluarkan pernyataan "Andai saja waktu itu..." atau "Kalau saja waktu itu..." 
Dan beberapa pertanyaanmu yang menyudutkan aku serta banyak pernyataanmu berkaitan dengan waktu.

Aah.. *sigh 

Bukankan sudah berulang kali ku katakan.. "Kalau gitu, tanya aja pada Sang Pencipta waktu, karena aku juga gak tau..." 

Aku coba menjawabmu sekali lagi yaa... dan kamu tau ini pendapatku. Bisa kamu koreksi, bisa kamu bantah, atau perdebatkan seperti biasa.. nanti tapi, antara kita berdua aja, bisa?

Well,
My dearest... Pernah, aku pernah berusaha memenuhi kehausanmu akan jawaban dari pertanyaan yang lagi-lagi menyudutkan waktu. Tentang "Kenapa baru sekarang..?" "Kenapa bukan 10 tahun lalu?" Atau pertanyaan yang baru-baru ini kau lontarkan..  "Andai saja 1 tahun lalu..." Hufftt

My dearest, mempertanyakan waktu itu gak salah, enggak sama sekali. Tapi jujur, itu sesuatu yang bahkan aku sendiri gak berani menjawab pasti, bahkan janji buat bisa kasi jawaban pasti pun aku gak berani. Bukan, bukan karna gak tegas atau gak bisa kasi kepastian atau jawaban memuaskanmu tapi emang begitu adanya. flexsibel lah terhadap waktu.

Bukan aku meremehkan ketegasan dan atau kedisiplinan atau pandanganmu dan orang-orang di luar sana tentang waktu. Tapi untuk banyak hal, apalagi tentang masalah ini "if you knew what I mean" bukankah lebih baik kalau kita lebih bisa "merundingkan" memaklumi dan mem-flexsibelkan- diri dan pendapat kita.? sulit kah ? Kenapa selalu dipermasalahkan? kenapa selalu jadi alasan? kenapa gak jalani aja apa adanya

Masalah dulu, sekarang atau nanti?

Jawaban nya: yaa itu karena Dia tau waktu yang terbaik menurut Nya untuk kita. Waktu-Nya selalu tepat. Mungkin aja, kalau kamu datang saat itu, imanku yang lemah akan semakin melemah. Tidak tepat saat nya. Bisa saja rentan waktu dari saat itu ke sekarang ini, malah membuat kita tidak bisa mempertahankan pertemuan, justru malah membuat kita membeci waktu dan justru malah memisahkan kita. Jadi berhentilah mendebat hal yang tak terjangkau pikiran manusia kita dear... Kamu percaya takdirkan? percaya Qodo’ dan Qadar kan? So, why doubt...?

Kalau kemudian muncul pertanyaan “Apa beda nya?” yaaa iya beda pastinya. Simple aja, sekarang waktunya yang terbaik untuk menantang keberanian dan keputusan. Keputusanmu, keputusanku, keputusan kita. Mau mengubah jalan hidup dengan mengambil waktu/kesempatan kedua yang diberikanNya atau malah menyia-nyiakan waktu (kita) lagi... think about it dear... 

My dearest... Mungkin saat ini waktu nya kita saling menenggelamkan diri dalam diam. Menikmati waktu-waktu dimana asa kita membumbung dan menyulut rindu. Menguatkan rasa yang ada. Memanfaatkan waktu ketika sedang berjauhan ini untuk mendekatkan hati dan pikiran kita. Menyempurnakan keimanan agar ridhoNya bisa kita raih. Memanfaatkan waktu ini untuk menyempurnakan ketaatan agar pantas untuk saling mendampingi. Dan pada akhirnya, kita hanya bisa memasrahkan semuanya.
Dan lagi-lagi kalimat pamungkas ini keluar lagi, "Akan indah pada waktunya" klise yaaa..tapi emang lagi-lagi begitulah... gak ada kalimat penutup lain yang lebih pas.. iya kan?. Semua jawaban sudah aku jabarkan sebenarnya... nah, gimana lagi coba.

My dearest... Aku gak bisa membaca pikiran dan hatimu, tapi Allah swt tahu banyak tentangmu, aku suka menyebutkan namamu saat bercerita denganNya. Seringnya di waktu-waktu aku mendekatkan diri pada Nya memenuhi kewajibanku. Tapi kamu perlu tau ini, aku percaya dan yakin dengan apa yang kita yakini selama ini. Sekali lagi, "if you knew what I mean"

Tapi yakinlah dear, waktu terbaik dan terindah sudah di depan mata kita. Yakin? Percaya?
Sementara hanya ini yang bisa aku jawab dear...

Yuk, kita berdoa aja yuk..^^

And let me tell you something.
Di sini, bintang kecil dalam Andromeda berdoa semoga sang Alpheratz kembali sesuai waktunya dan menetap disisinya selamanya. ^_*
Insya Allah~




Minggu, 01 September 2013

Alpheratz

Alpheratz is that you ?

http://id.wikipedia.org/wiki/Alpha_Andromedae



It was you who pointed out the stars in the sky and told me their names. Sleepy eyes hardly got it registered. But I always knew you would be there the next night to tell me their names all over again. How foolish was I. I never again will see a tomorrow except when I see it.


Senin, 26 Agustus 2013

Manusia boleh berencana...

Ada yang dimulai dengan baik baik tapi  berakhir buruk.

Ada yang mulainya buruk kemudian terus membaik tanpa akhir.

Ada pula yang awalnya baik, tiba tiba memburuk kemudian kembali membaik. Ada!

Ada pula yang mulanya baik kemudian berakhir baik pula.

Tapi tak jarang mulainya baik dan berakhir buruk. Tak pernah membaik. Bahkan memburuk.


Bagaimana dengan kita ?

Jumat, 23 Agustus 2013

My past is just a story



I’ve been there. Left. Without any explanation, let alone a proper closure as to why our relationship was over.

He lived in another continent and I couldn’t just knock his door, be mad at him and demand an answer. It was just an email titled “It’s Over”.

These things happen. You thought you’re in the track but it turned out not.

I never get closure from him, hell he changed his fixline number and office email. It’s more like a notification instead of a break up talk.

Took me a year to realize, I might not get closure from him. But I could provide a closure for myself.
Just like a song stays in your head, like a tunes repeat over and over again. The way I think how my life should be.

How any small forgettable detail holds my attention. How I carry the past inside of me every day toward my future.

How I keep running away from my own shadow but it keeps on coming wherever I go.

Just like Adel’s song, chasing pavement...

I’ve made up my mind, dont need to think it over
If I’m wrong, I am right
Dont need to look further, this ain’t lust
I know this is love. But, if I tell the world
I’ll never say enough cause it was not said to you
And that’s exactly what I need to do
If I end up with you
Should I give up or should I just keep chasing pavements?
Even if I knew my place
Should I give up Or should I just keep chasing pavements
Even if it leads nowhere
I build myself up and fly around in circles
Waitin’ as my heart drops and my back begins to tingle
Finnaly, could this be it.

You could pretend. You could delude yourself. But you couldn’t re-create what’s over. There’s no way you could correct what has happened.

That’s why I write, because writing makes me look back. Because since I can’t control my life, at least I cancontrol my version.

But you know what, as cliche as it sounds, life goes on. People forget. Time heals. The scar is there, just like a souvenir. Simple as that.

Now, me, myself and I ready and brave to face my new chapter of love life...


Heii... am I ?

Kamis, 22 Agustus 2013

Sesal...



Diantara tumpukan kerjaan, diantara keramaian hilir mudik teman seruangan. Aku “mencuri” waktu menuliskan ini. Gak memperdulikan deadline yang ditempel di memo sudutan meja. Aku bahkan gak bisa konsentrasi, gak fokus sama sekali. Hufft...

Kurang tidur, kepala sakit, mata sembab dan badan seperti melayang. Salah siapa? Yaa salahku sendiri. Bisa ditebak kenapa? Tertidur dengan posisi badan yang salah lengkap dengan baju dan jins yang gak aku ganti dengan piyama tidur. Lampu kamar yang masih menyala terang. Terlelap diantara tumpukan bantal yang lembab karena basah. Basah? Iya aku menangis (lagi) :/

Mengingat ngingat kembali tentang hal yang aku permasalhkan dua hari belakangan ini. Mengingat ngingat bagaimana reaksiku tentang hal itu. Mengingat ngingat bagaimana emosiku meluap menguasai hati dan pikiran sehat. Mengingat ngingat bagaimana intuisiku yang biasa tajam bahkan gak berfungsi sama sekali. Mengingat ngingat bagaimana sikapku yang kolokan dan nyaris seperti bukan wanita dewasa. Oh.. kepala ku sakit, migren sepertinya, reaksi normal yang sering banget aku alami setelah otak dan hati tak mampu menampung letupan pikiran dan analisa liarku. Damn...

Semalam, setelah tak ada lagi balasan pesan darimu, hanya ada keterangan centang satu di setiap whatsapp messanger terakhirku yang menandakan bahwa pengguna layanan sedang tidak online dan setelah  banyak text message yang bertubi-tubi kukirim serta setelah memastikan hp nya non aktip kemungkinan karena low batt... ku buka handphoneku. Kubaca ulang semua whatsapp messanger yang ku kirim ke dia. Satu persatu kubaca ulang dimulai dari pesan terakhir yang masih tercentang satu dan terus ke atas sampai di pesan yang menunjukan keterangan waktu hari Senin lalu. Aku baca pula semua text message yang juga aku kirimkan ke dia disaat yang bersamaan dengan waktu aku mengirim whatsapp messanger. Aku terdiam setelahnya, air mata mengalir deras dan menyadari betapa emosi dan ego ku menguasai setiap kata yang kuketik dalam setiap pesan yang ku kirimkan untuk nya. Gosh... makin nyeri hati rasanya ngebayangin gimana rasa nya ia saat membaca semua itu. Oh God, bahkan aku sendiri merasa sedih membayangkan ia yang (mungkin) sedih, merasa gak nyaman dan apalah itu atas semua tulisanku, dan semua karena emosi dan egoku yang tak terkendali. 

Dengan sengaja menuliskan semua kekesalan, kekecewaan dan semua yang kurasain. Dengan sengaja mengatakan padanya bahwa aku tidak pernah diperlakukan seperti itu sebelumnya. Kemudian dengan sengaja membandingkannya. Bahkan dengan sengaja mengirim poto masa lalu. Dengan sengaja membuatnya merasa bersalah. Dengan sengaja dan semua dengan sengaja. Emosiku benar-benar meluap dan aku dengan sengaja bahkan dengan vocalnya bersuara bahwa aku marah aku sedih aku kesal. Semuanya.
Entah apa yang aku pikirkan... seperti anak kecil kolokan yang tak pernah kecewa sebelumnya. stupidity.

He hurts me. I hurt him more. Then I said I hate him and goodbye when all I wanted to say was ‘I need you’. But, the ego has landed...

Terbangun subuh sekitar jam 5, mendapati tak ada pesan apa pun dari nya seperti hari-hari sebelumnya, rasanya...sedih. entah sampai kapan masalah ini berlarut. I dont know.

God pliss help me. Help us. Honestly, I dont need him. I need us. 
Well, dibilang nyesel yaa nyesel tapi gak ada guna nya... smoga gak keulang masalah seperti ini, segera selesai dan everything gonna be okey ( setidaknya seperti yang ku mau :/ ) I hope...

Missing him~




Senin, 19 Agustus 2013

My Alpheratz


Saya (juga) sayang kamu... :")
 

Copyright © diendong. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver