Pages

Tampilkan postingan dengan label #Alpheratz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Alpheratz. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 September 2013

About You


What do you write about a guy who can make you completly happy and unhappy?

He’s got my unconditional love. I love his voice, thesexy-cigarette-smoke-husky voice, the way he laugh, the way he talks, what he talksand yes, even the way he sings. Yeah... Women are so dumb.

I could write a book of him for a year now. My love for him is constantly changing. A little more than yesterday and little less than tomorrow. I love the way he is, all the way. I love him to the winds which touch him and fuffle his hair.

There are some people who you never think you’ll meet again because they seem so improbable in your life that you often wonder: did they ever exist in the first place?! And you always hope you meet them again.. somewhere, sometimes. And you are amazed when you do. For me, he is one of those people.

It’s a love that was almost –a love of being near perfection only because it didn’t happen.
He brings sanity to my otherwise insane world. That’s the most I can say. That’s the closest things about him. About you.







#repost

Selasa, 03 September 2013

Bejana Waktu


Mengapa harus mempersalahkan waktu?

Mengapa ada kaliamat andalan "Biar waktu yang jadi jawaban atas pertanyaan tak terjawab" atau "akan indah pada waktunya"

Mengapa pula kamu bisa mengeluarkan pernyataan "Andai saja waktu itu..." atau "Kalau saja waktu itu..." 
Dan beberapa pertanyaanmu yang menyudutkan aku serta banyak pernyataanmu berkaitan dengan waktu.

Aah.. *sigh 

Bukankan sudah berulang kali ku katakan.. "Kalau gitu, tanya aja pada Sang Pencipta waktu, karena aku juga gak tau..." 

Aku coba menjawabmu sekali lagi yaa... dan kamu tau ini pendapatku. Bisa kamu koreksi, bisa kamu bantah, atau perdebatkan seperti biasa.. nanti tapi, antara kita berdua aja, bisa?

Well,
My dearest... Pernah, aku pernah berusaha memenuhi kehausanmu akan jawaban dari pertanyaan yang lagi-lagi menyudutkan waktu. Tentang "Kenapa baru sekarang..?" "Kenapa bukan 10 tahun lalu?" Atau pertanyaan yang baru-baru ini kau lontarkan..  "Andai saja 1 tahun lalu..." Hufftt

My dearest, mempertanyakan waktu itu gak salah, enggak sama sekali. Tapi jujur, itu sesuatu yang bahkan aku sendiri gak berani menjawab pasti, bahkan janji buat bisa kasi jawaban pasti pun aku gak berani. Bukan, bukan karna gak tegas atau gak bisa kasi kepastian atau jawaban memuaskanmu tapi emang begitu adanya. flexsibel lah terhadap waktu.

Bukan aku meremehkan ketegasan dan atau kedisiplinan atau pandanganmu dan orang-orang di luar sana tentang waktu. Tapi untuk banyak hal, apalagi tentang masalah ini "if you knew what I mean" bukankah lebih baik kalau kita lebih bisa "merundingkan" memaklumi dan mem-flexsibelkan- diri dan pendapat kita.? sulit kah ? Kenapa selalu dipermasalahkan? kenapa selalu jadi alasan? kenapa gak jalani aja apa adanya

Masalah dulu, sekarang atau nanti?

Jawaban nya: yaa itu karena Dia tau waktu yang terbaik menurut Nya untuk kita. Waktu-Nya selalu tepat. Mungkin aja, kalau kamu datang saat itu, imanku yang lemah akan semakin melemah. Tidak tepat saat nya. Bisa saja rentan waktu dari saat itu ke sekarang ini, malah membuat kita tidak bisa mempertahankan pertemuan, justru malah membuat kita membeci waktu dan justru malah memisahkan kita. Jadi berhentilah mendebat hal yang tak terjangkau pikiran manusia kita dear... Kamu percaya takdirkan? percaya Qodo’ dan Qadar kan? So, why doubt...?

Kalau kemudian muncul pertanyaan “Apa beda nya?” yaaa iya beda pastinya. Simple aja, sekarang waktunya yang terbaik untuk menantang keberanian dan keputusan. Keputusanmu, keputusanku, keputusan kita. Mau mengubah jalan hidup dengan mengambil waktu/kesempatan kedua yang diberikanNya atau malah menyia-nyiakan waktu (kita) lagi... think about it dear... 

My dearest... Mungkin saat ini waktu nya kita saling menenggelamkan diri dalam diam. Menikmati waktu-waktu dimana asa kita membumbung dan menyulut rindu. Menguatkan rasa yang ada. Memanfaatkan waktu ketika sedang berjauhan ini untuk mendekatkan hati dan pikiran kita. Menyempurnakan keimanan agar ridhoNya bisa kita raih. Memanfaatkan waktu ini untuk menyempurnakan ketaatan agar pantas untuk saling mendampingi. Dan pada akhirnya, kita hanya bisa memasrahkan semuanya.
Dan lagi-lagi kalimat pamungkas ini keluar lagi, "Akan indah pada waktunya" klise yaaa..tapi emang lagi-lagi begitulah... gak ada kalimat penutup lain yang lebih pas.. iya kan?. Semua jawaban sudah aku jabarkan sebenarnya... nah, gimana lagi coba.

My dearest... Aku gak bisa membaca pikiran dan hatimu, tapi Allah swt tahu banyak tentangmu, aku suka menyebutkan namamu saat bercerita denganNya. Seringnya di waktu-waktu aku mendekatkan diri pada Nya memenuhi kewajibanku. Tapi kamu perlu tau ini, aku percaya dan yakin dengan apa yang kita yakini selama ini. Sekali lagi, "if you knew what I mean"

Tapi yakinlah dear, waktu terbaik dan terindah sudah di depan mata kita. Yakin? Percaya?
Sementara hanya ini yang bisa aku jawab dear...

Yuk, kita berdoa aja yuk..^^

And let me tell you something.
Di sini, bintang kecil dalam Andromeda berdoa semoga sang Alpheratz kembali sesuai waktunya dan menetap disisinya selamanya. ^_*
Insya Allah~




Minggu, 01 September 2013

Alpheratz

Alpheratz is that you ?

http://id.wikipedia.org/wiki/Alpha_Andromedae



It was you who pointed out the stars in the sky and told me their names. Sleepy eyes hardly got it registered. But I always knew you would be there the next night to tell me their names all over again. How foolish was I. I never again will see a tomorrow except when I see it.


Kamis, 22 Agustus 2013

Sesal...



Diantara tumpukan kerjaan, diantara keramaian hilir mudik teman seruangan. Aku “mencuri” waktu menuliskan ini. Gak memperdulikan deadline yang ditempel di memo sudutan meja. Aku bahkan gak bisa konsentrasi, gak fokus sama sekali. Hufft...

Kurang tidur, kepala sakit, mata sembab dan badan seperti melayang. Salah siapa? Yaa salahku sendiri. Bisa ditebak kenapa? Tertidur dengan posisi badan yang salah lengkap dengan baju dan jins yang gak aku ganti dengan piyama tidur. Lampu kamar yang masih menyala terang. Terlelap diantara tumpukan bantal yang lembab karena basah. Basah? Iya aku menangis (lagi) :/

Mengingat ngingat kembali tentang hal yang aku permasalhkan dua hari belakangan ini. Mengingat ngingat bagaimana reaksiku tentang hal itu. Mengingat ngingat bagaimana emosiku meluap menguasai hati dan pikiran sehat. Mengingat ngingat bagaimana intuisiku yang biasa tajam bahkan gak berfungsi sama sekali. Mengingat ngingat bagaimana sikapku yang kolokan dan nyaris seperti bukan wanita dewasa. Oh.. kepala ku sakit, migren sepertinya, reaksi normal yang sering banget aku alami setelah otak dan hati tak mampu menampung letupan pikiran dan analisa liarku. Damn...

Semalam, setelah tak ada lagi balasan pesan darimu, hanya ada keterangan centang satu di setiap whatsapp messanger terakhirku yang menandakan bahwa pengguna layanan sedang tidak online dan setelah  banyak text message yang bertubi-tubi kukirim serta setelah memastikan hp nya non aktip kemungkinan karena low batt... ku buka handphoneku. Kubaca ulang semua whatsapp messanger yang ku kirim ke dia. Satu persatu kubaca ulang dimulai dari pesan terakhir yang masih tercentang satu dan terus ke atas sampai di pesan yang menunjukan keterangan waktu hari Senin lalu. Aku baca pula semua text message yang juga aku kirimkan ke dia disaat yang bersamaan dengan waktu aku mengirim whatsapp messanger. Aku terdiam setelahnya, air mata mengalir deras dan menyadari betapa emosi dan ego ku menguasai setiap kata yang kuketik dalam setiap pesan yang ku kirimkan untuk nya. Gosh... makin nyeri hati rasanya ngebayangin gimana rasa nya ia saat membaca semua itu. Oh God, bahkan aku sendiri merasa sedih membayangkan ia yang (mungkin) sedih, merasa gak nyaman dan apalah itu atas semua tulisanku, dan semua karena emosi dan egoku yang tak terkendali. 

Dengan sengaja menuliskan semua kekesalan, kekecewaan dan semua yang kurasain. Dengan sengaja mengatakan padanya bahwa aku tidak pernah diperlakukan seperti itu sebelumnya. Kemudian dengan sengaja membandingkannya. Bahkan dengan sengaja mengirim poto masa lalu. Dengan sengaja membuatnya merasa bersalah. Dengan sengaja dan semua dengan sengaja. Emosiku benar-benar meluap dan aku dengan sengaja bahkan dengan vocalnya bersuara bahwa aku marah aku sedih aku kesal. Semuanya.
Entah apa yang aku pikirkan... seperti anak kecil kolokan yang tak pernah kecewa sebelumnya. stupidity.

He hurts me. I hurt him more. Then I said I hate him and goodbye when all I wanted to say was ‘I need you’. But, the ego has landed...

Terbangun subuh sekitar jam 5, mendapati tak ada pesan apa pun dari nya seperti hari-hari sebelumnya, rasanya...sedih. entah sampai kapan masalah ini berlarut. I dont know.

God pliss help me. Help us. Honestly, I dont need him. I need us. 
Well, dibilang nyesel yaa nyesel tapi gak ada guna nya... smoga gak keulang masalah seperti ini, segera selesai dan everything gonna be okey ( setidaknya seperti yang ku mau :/ ) I hope...

Missing him~




Senin, 19 Agustus 2013

My Alpheratz


Saya (juga) sayang kamu... :")

Jumat, 26 Juli 2013

Alpheratz.. is that you ?


Tersenyum sendiri saat ingat permintaan nya dari beberapa hari lalu. Ia minta aku membuat sebuah postingan tentang diri nya... antara kaget sekaligus bingung dan merasa lucu, karena jujur saja baru kali ini ada seseorang yang terang-terangan meminta dirinya dijadikan objek tulisan. 
Tersanjung juga rasa nya karena ia sendiri yang meminta nya.. yaa dia, My Alpheratz ^^

Aku tak bisa menjanjikan akan menulis apa tentang diri nya, tapi menjadikan dia objek postingan adalah sesuatu yang menyenangkan. Entah apa pun nantinya kisah kami...
 
Dia. Sosok yang tak pernah ku duga sekali pun sebelum nya, bahkan terlintas pun tidak sama sekali.

Ramadan dan dia adalah dua hal yang membahagiakan ku, setelah semua kisah lalu. Subhanaullah...
Saat aku menulis ini, playlist hp memutar lagu yang sangat bagus, dan membuat postingan pertama setelah jeda lama tak (bisa) menulis sama sekali, mengalir begitu saja. 

Setiap Manusia punya rasa cinta,
Yang mesti dijaga kesuciannya,
Namun ada kala insan tak berdaya,
Saat dusta mampir bertahta....

When I found him my heart skipped a beat. 
Pertama kali setelah satu dekade lebih tak pernah bertemu, aku rasakan jantung ini berdegub seperti belum pernah merasakan sensasi seperti ini sebelum nya. Seperti darah dari seluruh tubuh, semua bermuara di kepala. 
Jika saja malam itu aku tidak memulas blush-on di pipi ku mungkin dia bisa dengan mudah menebak siapa yang berhasil membuat wajah ini memerah... salah tingkah dan merasa tak mampu merangkai kata lebih dari sekedar sapaan “Hai...”

Ku inginkan dia yang punya setia
Yang mampu menjaga kemurniannya
Saat ku tak ada ku jauh darinya
Amanahpun jadi penjaganya

Seseorang yang 10 tahun lalu pernah tanpa disengaja melintas di kehidupan ku, tanpa basa basi dan tanpa alasan, pengacuh-an ku pun membuat aku dan dia tidak pernah sekali pun menjalin silaturahim, bahkan saling menyapa pun tidak...

Hatimu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu dijadikan engkau istriku
Engkaulah....
Bidadari surgaku

Yaaa Allah... bagus sekali lirik lagu ini, membuat mataku berkaca kaca mendengar suara Uje menyenandungkan nya, dan yang terlintas dipikiran ku saat ini adalah sosok itu, dia.

Tiada yang memahami segala kekuranganku
Kecuali kamu, bidadariku
Maafkanlah aku dengan kebodohanku
Yang tak bisa membimbing dirimu

Teringat kini, kami semakin dekat. Mulai saling mengenal, memahami dan memaklumi segala kekurangan diantara kami. Menikmati alunan rindu yang mulai merasuki jiwa. Merasakan tumbuhnya rasa yang diciptakan NYA diantara kami... aku sangat bersyukur Sang Maha Pengasih masih berkenan membuat hati ku kembali tersentuh dan merasakan karunia ini (lagi)... dan terlebih bersyukur karena dia lah orang nya.

Hatimu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu dijadikan engkau istriku
Engkaulah....
Bidadari surgaku

Aku percaya, dan sangat meyakini..
Waktu-NYA selalu tepat. Mungkin saat ini lah, bukan 10 tahun lalu. Mungkin jika dulu ia hadir saat aku masih terlalu muda. Imanku yang lemah akan semakin melemah. Aku tau masih panjang waktu dan masih meraba masa depan dan masih terlalu awal menuliskan ini, tapi biarlah semoga menjadi bagian dari ikhtiar ku.

Mungkin saat ini lah menurut NYA waktu terbaik dipertemukan nya aku dan dia kembali. I know publishing our story, would be too private. But, this is my way to cherish him.

Rabbana Hablana Min azwajinaa
Wadhurri yatinaa Qurrata'ayun Wajalnaa
lil muttaimamaa..
imamaa..imamaa...imamaaa

Bidadari surgaku
 
Maka ijinkan lah aku wahai calon pangeran surgaku, untuk menyempurnakan keimanan agar ridho NYA bisa kita raih. Maka biarkanlah aku, wahai pejuang dan kekasih NYA, untuk menyempurnakan ketaatanku agar pantas mendampingimu.





Dini~

 

Copyright © diendong. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver